BENGKULU, infosumatera.com-Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, baru-baru ini melakukan Kerjasama dengan PT. PLN Nusantara Power di Markasnya di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.
Bentuk kerjasamanya adalah, BI Bengkulu akan mengirim limbah uang kertas untuk dijadikan sumber energi Listrik terbarukan.
Limbah uang kertas berasal dari uang-uang kertas tidak layak edar, alias lusuh dan telah dihancurkan. Melalui Teknik khusus serpihan-serpihan uang tersebut dipadatkan menyerupai gumpalan-gumpalan yang sangat padat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Juwahana Hidayat menegaskan, dari satu kilo limbah uang kertas, menghasilkan sekitar 1 kilo watt Listrik.Selama ini limbah kertas tersebut, hanya dibuang saja tanpa ada manfaatnya.
‘’Alhamdulillah kita baru saja mengirim 9 ton ke sana, ‘’ujar dia disela acara Bincang Bareng Media di Rumah Makan Kampung Pesisir Pantai Panjang Senin 9 Maret 2025.
Energi panas, yang dihasilkan dari limbah uang kertas, tersebut kata Wahyu setara dengan 4 ribu Kilo Kalori Batu Bara.
Energi ini sangat besar bila kita bandingkan dengan perolehan energi panas dari Batubara baik muda atau tua yakni antara 7 sampai dengan 12 ribu kilo kalori.
Berdasarkan pengetahuan penulis, energi panas batu bara jenis tua berasal dari negara Inggris.
Wahyu Juwana Hidayat mengatakan terkait dengan uang kertas yang beredar secara sah di Republik Indonesia juga menjadi bagian symbol dari Kedaulatan Negara.
Hal ini sejalan dengan program Bank Indonesia untuk mencintai rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penghargaan kepada uang kertas, sangat besar, meski uang tersebut dalam kondisi rusak atau lusuh. ‘’Asal masih 68 persen utuh setelah diperiksa menggunakan alat khusus , rusak atau lusuh, kita ganti, senilai yang sama, ‘’kata orang nomor 1 di Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu tersebut. Jadwal penukarannya setiap hari Selasa dan Kamis.
Peredaran uang kertas di Provinsi Bengkulu selama Ramadan ini telah menembus di angka Rp 2 Triliun, hal ini menunjukkan geliat ekonomi distribusi barang dan jasa sangat lancar, juga ketersediaan pangan lancar ada dimana-mana.
Hal ini berbeda saat bulan-bulan lain hanya di Rp 700 Miliar per bulan. Pasokan BBM juga aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat.
‘’Kunjungan Masyarakat ke Bengkulu sangat besar teridikasi dengan penjualan tiket pesawat yang meningkat, ‘’Paparnya. Program kas kelilng Bank Indonesia sekitar 7 titik di seluruh Provinsi Bengkulu sudah dilaksanakan dan masih ada beberapa titik jelang pelaksanaan Idul Fitri.








