BENGKULU, infosumatera.com-Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu dibawah binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu selalu raih apresiasi, baik Region Nasional ataupun Pulau Sumatera.
TPID Provinsi Bengkulu dinyatakan sebagai terbaik ke-2 di Pulau Sumatera dalam hal pengendalian inflasi dari sepuluh Provinsi di Pulau Sumatera.
Fakta tersebut disampaikan langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Juwana Hidayat dalam acara Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan bertema “Pelaporan One Page Summary dan Program Unggulan TPID se-Provinsi Bengkulu” secara resmi dibuka Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Hotel Santika Bengkulu, Senin 26 Januari 2026.
Turut hadir Asisten Deputi Pengembangan Badan Usaha Milik Negara Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mochamad Edy Yusuf, Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Muhammad Handry Imansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu R.A. Denny, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta seluruh anggota TPID kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengapresiasi kinerja TPID Provinsi Bengkulu yang berhasil meraih peringkat kedua dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera dalam pengendalian inflasi.
“Selamat atas capaian TPID Provinsi Bengkulu raih peringkat kedua se-Sumatera, ‘ungkap dia.
Capaian hari ini kata Wahyu Juwana Hidayatharus menjadi pijakan untuk kinerja lebih baik ke depan.
Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, melainkan penilaian posisi Bengkulu berada di jalur tepat dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka kemiskinan.
keberhasilan pengendalian inflasi di tingkat provinsi dapat dirasakan secara merata hingga kabupaten dan kota.
Melalui kegiatan capacity building ini, TPID se-Provinsi Bengkulu diharapkan mampu menyerap praktik terbaik dari narasumber guna meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi daerah.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan hingga akhir tahun 2025, kondisi inflasi daerah masih terjaga dengan baik.
Inflasi Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,77 persen secara year on year (YoY), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 1,5–3,5 persen.
Kondisi itu didukung perbaikan konsumsi dan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi Bengkulu tetap positif.
Pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 4,56 persen (YoY).
Keberhasilan pengendalian inflasi tidak terlepas dari sinergi TPID melalui implementasi kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Berbagai langkah konkret telah dilakukan, mulai dari pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok, rapat teknis TPID, pengamanan pasokan pangan, gerakan menanam, operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar, hingga dukungan pembiayaan dan transportasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tantangan pengendalian inflasi ke depan masih perlu diantisipasi, terutama inflasi pangan karena dipicu o meningkatnya permintaan dan keterbatasan sentra produksi, khususnya pada komoditas cabai dan daging ayam ras.
“TPID diharapkan terus memperkuat sinergi dengan program nasional seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), meningkatkan inovasi daerah, serta menyusun laporan dan program unggulan dengan terarah agar stabilitas harga dan pemulihan ekonomi Provinsi Bengkulu dapat terus terjaga,” pungkasnya.









