BENGKULU,infosumatera.com-Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan Masyarakat agar menjaga pola makan.
Hal tersebut untuk menghindari terserang penyakit-penyakit berat seperti stroke, pendarahan otak, jantung, Diabetes , tekanan darah tinggi, sebagai pemicu atau penyebab kematian.
‘’Mulai sekarang jaga pola makan, kurang garam, kurang gula dan rajin berolahraga, ‘’ungkap dia saat menggelar Press conference bertemakan Procotoring Clipping Aneurisma dan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD M Yunus Rabu 17 Desember 2025.
Selain itu, Rumah Sakit dan puskesmas di dorong agar intens melakukan cek pemeriksaan gratis ke Masyarakat sebagai deteksi dini keluhan penyakit di rumah sakit
Turut menemani saat konferensi Pers Wakil Gubernur Bengkulu Mian , Plt. Direktur RSUD M. Yunus dr. Herry Permana, Anggota DPR-RI Komisi IX Dapil Bengkulu Eko Kurnia Ningsih Mian serta sejumlah Dokter spesialis dan Pejabat di Lingkup Provinsi Bengkulu.
Menteri Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Kementerian dipimpinnya terus berupaya agar pencegahan penyakit-penyakit berat ini bisa dimaksimalkan dampaknya di Bengkulu.
Tidak pencegahan saja namun pengobatan penyakit berat seperti Stroke, Jantung dan lainnya juga akan digencarkan terutama penambahan alat-alat Kesehatan (Alkes)
Penambahan alkes menjadi prioritas pada tahun depan ini yang tak lama lagi akan dilelang. Provinsi Bengkulu kata dia ditargetkan akan mendapatkan sejumlah bantuan, terutama terkait alat kesehatan.
“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Gubernur dan Pak Wagub. Kita akan mengirim dewan pengawas untuk memperbaiki tata kelola RSUD M Yunus. Bantuan alat kesehatannya juga akan diberikan, nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. MRI (Magnetic Resonance Imaging) akan didapatkan, patologi akan diperkuat, dan high-speed drill untuk bedah juga akan tersedia,” jelasnya.
Sebelumnya Menteri Budi bersama Wagub Mian melakukan kunjungan kesejumlah ruangan pelayanan RSUD M Yunus, khususnya layanan bagi pasien penderita pendarahan otak dan stroke.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pelayanan RSUD M Yunus harus benar-benar optimal mulai tahun depan. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk peningkatan pelayanan di RSUD M Yunus.
“Pada 2026 paling tidak ada intervensi. Kami mohon anggaran yang cukup optimal untuk Rumah Sakit Umum M Yunus. Ini yang paling teknis, karena akan ada dokter baru yang bertugas dan melayani pasien dengan lebih optimal di rumah sakit ini,” kata Mian.
Setelah meninjau beberapa ruangan di RSUD M Yunus, Menteri Kesehatan RI melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Sungai Lemau Benteng di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Saat meninjau RS Sungai Lemau Benteng, Menteri Kesehatan RI mencatat masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses pengerjaan, terutama terkait fasilitas lift.
“Saya sudah melihat apa saja yang masih kurang di rumah sakit ini. Tadi juga terkait masalah lift. Mudah-mudahan fasilitas ini bisa segera tersedia, nanti akan kita lihat dan tindak lanjuti,” ujarnya.








