,

Gubernur Bengkulu Resmikan Penggunaan Jembatan Elevated Danau Dendam Tak Sudah

oleh -65 Dilihat
Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah didampingi undangan saat menggunting pita peresmian jembatan Elevated Danau Dendam Tak Sudah dengan panjang sekitar 2 KM berikut jalan baru dan pemeliharaan berkala

infosumatera.com -Bagian Pertama dari Mega proyek di Bengkulu, Yakni penataan Kawasan Danau Dendam tuntas dikerjakan.

Menyusul diresmikannya Jembatan Elevated Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) yang menelan anggaran sekitar Rp 87 Miliar, Oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Pengerjaan proyek dilaksanakan oleh PT RodaTeknindo Purajaya dan konsultan Pengawas PT. Arista Cipta. Masyarakat sejak tanggal diresmikan telah dapat menggunakan jalan tersebut.

Jembatan Elevated tersebut selesai dibangun selama 270 hari, lebih cepat tiga puluh hari dari masa kontrak kerja selama 300 hari. Standar Jembatan memenuhi standar nasional yang telah lolos berbagai macam uji untuk jalan dan jembatan.

Peresmian penggunaanya dilakukan oleh Gubernur Bengkulu, dari Kementrian PUPR, serta undangan lainnya. Total pembangunan elevated sekitar 2 Kilometer, terdiri dari panjang elevated sekitar 450 meter, Jalan baru 340 m, serta pelebaran dan pemeliharaan berkala 1,3 K.

Pembangunan elevated ini merupakan bagian pertama dari mega Proyek di Bengkulu selanjutnya tahapan berikut akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah menegaskan pengerjaan mega Proyek penataan Kawasan Danau Dendam dimulai tahun 2022 lalu. ”Mula-mula APBD itu agendanya pembebasan lahan, ”jelasnya saat memberikan sambutan.

Syukur Alhamdulillah berkat pendampingan dari Kejaksaan proses pembebasan lahan dengan masyarakat berjalan dengan baik. Kemudian tahun ini pembangunan fisik jalan elevated dan secara khusus dintegrasikan dengan jajaran Pemerintah Pusat khususnya Kementrian PUPR.

Tahapan berikutnya, Danau Dendam tak sudah merupakan aset besar Sumber Daya Alam (SDA) di Bengkulu, bukan dari pariwisata saja , tapi sumber daya bagi masyarakat yang luar biasa. Hulu dari sumber air di kawasan persawahan masyarakat masyarakat.

”Sehingga akan di integerasikan dengan kolam retensi yang tahun depan mulai dilakukan proses pembebasan lahan, terkait pengendalian banjir disekitar Tanjung Agung , Semarang dan sekitarnya ”ucapnya.

Akan set up betul, berbentuk kerangka besar, pembangunan kawasan dan penataan Danau Dendam tak sudah sebagai center poin dari semua sumber daya yang ada disemua kawasan.

Sisi Kepariwisataan, tahap perencanaan insyahallah selesai Desember ini, Studi awal dilakukan pada masyarakat setempat. Penataan Danau Dendam tidak hanya dari sisi fisik, tapi nilai-nilai sosial masyarakat harus bisa diakomodir. ”Maka semua akan ditata, ”ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak mulai dari pihak Kejaksaaan Tinggi, Pemerintah setempat, masyarakat sekitar, Aparat Kepolisian (Polda Bengkulu) sehingga pengerjaan tahap pertama dari Mega Proyek Penataan Danau Dendam Tak Sudah berjalan tepat waktu dan lancar.

”Selanjutnya tahapan berikut akan dilaksanakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum, ”jelasnya (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.